Penipuan Member GCG Asia, Penyidik Berkoordinasi dengan Saksi Ahli

P

Laporan member Guardian Capital Group (GCG) Asia di Polda Jatim mendapat tindak lanjut. Untuk mengusut laporan itu, penyidik berkoordinasi dengan saksi ahli. Sebab, unsur perkara yang dilaporkan membutuhkan keterangan dari orang yang punya kapabilitas.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, saksi ahli yang akan dilibatkan berasal dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komiditi). Lembaga itu dipilih karena memiliki kapasitas terkait trading yang menjadi pokok laporan.

”Beberapa tahapan dilakukan untuk mencari alat bukti dari kasus yang dilaporkan,” ungkapnya.

Dia memastikan, laporan akan diproses secara proporsional. Jika memang ditemukan bukti permulaan tindak pidana, penyidik akan menaikkan status laporan ke tingkat penyidikan. ”Informasi dari penyidik terdapat tiga dugaan tindak pidana yang dilaporkan,” kata alumnus Akpol 1995 itu.

Trunoyudo menyebutkan, salah satunya adalah dugaan penipuan dan penggelapan. Sebab, pelapor merasa tertipu. Uang yang telah disetor untuk investasi tidak bisa ditarik. Begitu juga dengan keuntungan yang dijanjikan dari bisnis yang dijalankan.

Dugaan kedua, lanjut dia, adalah pencucian uang. Member yang menjadi pelapor beranggapan uang yang telah dideposit telah dialihkan oleh leader-nya yang menjadi jujukan transfer.

”Dugaan ketiganya pidana perbankan karena dalam prosesnya ada sistem deposit dari pelapor yang melibatkan nomor rekening,” paparnya.

Sebagaimana diberitakan, sepuluh member GCG Asia mendatangi Polda Jatim Senin malam (26/10). Mereka melaporkan top leader GCG area Surabaya Raya. Yakni, David Hendrawan dan Rinawati. Keduanya dianggap tidak punya tanggung jawab saat member tidak bisa menarik uang yang telah diinvestasikan dan komisi yang dijanjikan. Total kerugian mereka disebut sekitar Rp 2 miliar.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Add comment

By Scott

Advertisement

Recent Posts

Recent Comments